Portofolio Murid Lihat disini

Rangkuman IPA kelas 7, Kisi-kisi ujian kenaikan kelas SMP N 9

📋 KISI-KISI UJIAN IPA KELAS 7
NoIndikatorJenis Soal
1Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidupPG Biasa
2Menjelaskan proses ekskresi pada manusiaPG Biasa
3Menentukan klasifikasi hewan berdasarkan kunci determinasiPG Biasa
4Menjelaskan hubungan timbal balik komponen biotik dan abiotikPG Biasa
5Menganalisis dampak negatif penebangan liar (deforestasi)PG Biasa
6Menentukan aturan penulisan nama ilmiah (binomial nomenklatur) yang benarPG Biasa
7Mengidentifikasi karakteristik dan ciri tumbuhan talus (Thallophyta)PG Biasa
8Mengidentifikasi tingkatan klasifikasi (takson) makhluk hidupPG Kompleks
9Menentukan contoh nyata dari simbiosis komensalismePG Kompleks
10Menganalisis struktur transfer energi pada piramida makananPG Kompleks
11Menjelaskan konsep tingkatan ekologi pada populasiPG Kompleks
12Menentukan organisme yang bertindak sebagai konsumen puncakPG Kompleks
13Memprediksi dampak perubahan populasi terhadap jaring-jaring makananPG Kompleks
14Menjelaskan peran masing-masing organisme di dalam ekosistemPG Kompleks
15Mengindikasikan organisme yang berperan sebagai pengurai (dekomposer)PG Kompleks
16Menjelaskan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh revolusi bumiPG Kompleks
17Menentukan parameter atau indikator kualitas air yang bersihPG Kompleks
18Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pemanasan globalPG Kompleks
19Mengidentifikasi bencana alam yang terkait dengan bidang fenomena IPAPG Kompleks
20Menganalisis dampak yang ditimbulkan oleh efek rumah kacaBenar-Salah
21Menganalisis karakteristik dan asal-usul kometBenar-Salah
22Menjelaskan fase perubahan bentuk pada metamorfosis katakBenar-Salah
23Memahami regulasi penulisan nama ilmiahBenar-Salah
24Menjelaskan urutan tingkatan klasifikasi makhluk hidupBenar-Salah
25Menganalisis faktor pemicu pemanasan globalBenar-Salah
26Membedakan karakteristik tiap jenis simbiosisBenar-Salah
27Menentukan posisi dan peran organisme dalam rantai makananBenar-Salah
28Menganalisis dampak buruk penumpukan sampah terhadap lingkunganBenar-Salah
29Menjelaskan karakteristik spesifik planet-planet di tata suryaBenar-Salah
30Menganalisis pengaruh intensitas cahaya bagi makhluk hidup dan lingkunganBenar-Salah
31Memahami pembagian sistem klasifikasi lima kingdomBenar-Salah
32Menjelaskan dampak buruk penebangan liar secara masif terhadap kestabilan ekosistemEsai
33Menjelaskan karakteristik mendasar dan ciri-ciri umum Kingdom ProtistaEsai
34Mengidentifikasi dan membedakan komponen biotik serta komponen abiotik lingkunganEsai
35Menjelaskan keunikan atau ciri khas dari masing-masing planet di tata suryaEsai
📘 RANGKUMAN LENGKAP IPA KELAS 7

A. CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DAN SISTEM EKSKRESI

1. Karakteristik Utama Makhluk Hidup

  1. Bernapas (Respirasi): Proses menghirup oksigen (O₂) untuk memecah nutrisi menjadi energi, serta mengeluarkan karbon dioksida (CO₂) dan uap air (H₂O). Hewan darat bernapas dengan paru-paru/trakea, hewan air dengan insang, tumbuhan melalui stomata/lentisel.
  2. Memerlukan Nutrisi: Mengonsumsi makanan dan minuman sebagai bahan bakar metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi sel. Organisme autotrof (tumbuhan) membuat makanan sendiri melalui fotosintesis, heterotrof (hewan, manusia, jamur) memperoleh makanan dari organisme lain.
  3. Bergerak: Perpindahan posisi seluruh tubuh secara aktif (hewan/manusia) atau pergerakan sebagian organ secara pasif (tumbuhan). Gerak pada tumbuhan meliputi tropisme (fototropisme, geotropisme), nasti (tigmonasti pada putri malu), dan taksis (gerak pindah tempat).
  4. Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas): Kemampuan merespons stimulus lingkungan. Contoh: tumbuhan bergerak mendekati arah datangnya cahaya (fototropisme), laron mendekati lampu, daun putri malu mengatup saat disentuh.
  5. Tumbuh dan Berkembang: Tumbuh bersifat kuantitatif (bertambah volume, tinggi, berat, ireversibel). Berkembang bersifat kualitatif (pematangan fungsi organ reproduksi menuju kedewasaan). Pada hewan terjadi metamorfosis, pada tumbuhan muncul bunga dan buah.
  6. Berkembang Biak (Reproduksi): Kemampuan menghasilkan keturunan demi menjaga kelestarian jenis. Generatif (kawin, melalui fertilisasi) dan vegetatif (tak kawin, seperti tunas, fragmentasi, umbi).
  7. Ekskresi: Proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan dan bersifat racun jika menumpuk. (Lihat bagian sistem ekskresi manusia).
  8. Adaptasi: Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Adaptasi morfologi (bentuk tubuh), fisiologi (fungsi organ), dan tingkah laku (migrasi, hibernasi).

2. Sistem Ekskresi Manusia (Pengeluaran Zat Sisa)

  1. Definisi: Proses pembuangan zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan dan bersifat racun jika mengendap di dalam tubuh.
  2. Organ Ekskresi & Zat yang Dikeluarkan:
    • Paru-paru: Mengeluarkan gas sisa berupa karbon dioksida (CO₂) dan uap air (H₂O).
    • Ginjal: Menyaring darah dan mengeluarkan urine (mengandung air, garam, dan urea).
    • Kulit: Mengeluarkan keringat melalui kelenjar keringat (terdiri dari air, garam dapur, dan sisa metabolisme).
    • Hati: Mengeluarkan cairan empedu (hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak).

B. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP & TATA NAMA

3. Tingkatan Takson Klasifikasi

  1. Urutan Taksonomi (Tertinggi ke Terendah): Kingdom (Kerajaan) → Filum (Hewan) / Divisi (Tumbuhan) → Kelas → Ordo (Bangsa) → Famili (Suku) → Genus (Marga) → Spesies (Jenis).
  2. Prinsip Hubungan Karakteristik:
    • Semakin ke atas (menuju Kingdom): Jumlah anggota kelompok semakin banyak, tetapi persamaan ciri antar anggotanya semakin sedikit (kekerabatan jauh).
    • Semakin ke bawah (menuju Spesies): Jumlah anggota kelompok semakin sedikit, tetapi persamaan ciri antar anggotanya semakin banyak (kekerabatan sangat dekat).

4. Aturan Binomial Nomenklatur (Tata Nama Ilmiah)

  1. Sistem Penulisan: Menggunakan sistem tata nama ganda yang terdiri dari dua kata bahasa Latin.
  2. Kata Pertama (Genus): Menunjukkan tingkatan marga, huruf pertamanya wajib ditulis dengan KAPITAL (contoh: Panthera, Homo).
  3. Kata Kedua (Spesies): Menunjukkan penunjuk jenis, huruf pertamanya wajib ditulis dengan huruf kecil (contoh: tigris, sapiens).
  4. Format Mekanis: Wajib dicetak miring (italic) jika diketik menggunakan perangkat digital, atau digarisbawahi per kata secara terpisah jika ditulis tangan.
    • Contoh Benar: Panthera tigris atau Homo sapiens.
    • Contoh Salah: Panthera Tigris (huruf T kapital) atau homo sapiens (huruf h kecil).

5. Alat Identifikasi: Kunci Dikotomi dan Kunci Determinasi

  1. Kunci Dikotomi: Rangkaian petunjuk penentuan identitas yang berpasangan dan isinya saling berlawanan (karakteristik ya/tidak atau pilihan A/B).
  2. Kunci Determinasi: Rangkaian bait pernyataan bernomor yang memuat ciri-ciri fisik spesifik suatu organisme untuk mengarahkan pengguna menemukan tingkatan takson atau nama spesies makhluk hidup tersebut.

C. STRUKTUR KINGDOM: MONERA, PROTISTA, & TUMBUHAN TALUS

6. Sistem Klasifikasi Lima Kingdom

  1. Pembagian Kelompok: Dicetuskan oleh Robert H. Whittaker, terdiri atas Kingdom Monera, Protista, Fungi (Jamur), Plantae (Tumbuhan), dan Animalia (Hewan). Catatan Penting: Virus tidak termasuk ke dalam sistem 5 kingdom karena bukan berupa sel hidup.
  2. Kingdom Monera: Makhluk hidup bertubuh uniseluler (sel tunggal) atau berkoloni yang bersifat Prokariotik (inti sel tidak dibungkus oleh membran inti). Contoh: Bakteri (E. coli) dan Cyanobacteria (alga/ganggang biru). Ada yang menguntungkan (probiotik & dekomposer) serta merugikan (bakteri patogen penyebab penyakit).
  3. Kingdom Protista: Organisme yang sudah bersifat Eukariotik (inti sel memiliki membran inti), umumnya uniseluler atau multiseluler dengan jaringan yang masih sangat sederhana.
    • Protista Mirip Hewan (Protozoa): Tidak berklorofil dan bergerak aktif (contoh: Amoeba, Paramecium).
    • Protista Mirip Tumbuhan (Alga/Ganggang): Memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis (contoh: Euglena, alga hijau).
    • Protista Mirip Fungi: Jamur lendir dan jamur air.

7. Karakteristik Tumbuhan Talus (Thallophyta)

  1. Ciri Utama: Kelompok tumbuhan yang struktur tubuhnya masih berupa talus (thallus), artinya belum memiliki diferensiasi jaringan yang jelas dan belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun sejati.
  2. Contoh Organisme: Ganggang (Alga makroskopis), Jamur, serta Lumut Kerak (Lichenes yang merupakan hasil simbiosis antara alga dan jamur).

D. EKOLOGI, EKOSISTEM, DAN INTERAKSI LINGKUNGAN

8. Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik

  1. Komponen Biotik: Semua makhluk hidup yang terdapat di dalam suatu lingkungan (manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba/dekomposer).
  2. Komponen Abiotik: Komponen benda mati yang melingkupi dan memengaruhi makhluk hidup (air, tanah, udara, suhu, cahaya matahari, mineral, kelembapan, dan tingkat keasaman/pH).
  3. Interaksi Timbal Balik: Keduanya saling memengaruhi. Contoh: Intensitas cahaya matahari dan ketersediaan air (abiotik) sangat memengaruhi efektivitas proses fotosintesis tumbuhan (biotik). Sebaliknya, keberadaan akar tumbuhan (biotik) berfungsi mengikat struktur tanah (abiotik) sehingga mampu mencegah erosi.
  4. Pengaruh Cahaya: Cahaya matahari berperan vital sebagai sumber energi utama fotosintesis, memicu gerak tropisme (tumbuhan tumbuh membengkok ke arah cahaya), mengatur siklus biologis siang-malam, serta membantu stimulasi vitamin D pada manusia.

9. Pola Interaksi Makhluk Hidup (Simbiosis)

  1. Simbiosis Mutualisme: Interaksi erat antara dua organisme berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh: Lebah dengan bunga (lebah mendapat nektar, bunga terbantu penyerbukannya), kerbau dengan burung jalak.
  2. Simbiosis Komensalisme: Interaksi di mana satu pihak mendapatkan keuntungan, sedangkan pihak lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan (netral). Contoh: Ikan remora yang menempel pada hiu untuk mendapat sisa makanan, tanaman anggrek yang tumbuh menempel pada pohon mangga.
  3. Simbiosis Parasitisme: Interaksi di mana satu pihak diuntungkan (parasit), sedangkan pihak inang mengalami kerugian. Contoh: Tanaman benalu yang menyerap sari makanan dari pohon inang, kutu yang hidup di rambut manusia.

10. Aliran Energi, Rantai Makanan, dan Piramida Makanan

  1. Rantai Makanan: Jalur linear perpindahan energi melalui peristiwa makan dan dimakan dengan urutan: Produsen → Konsumen Primer (Herbivora) → Konsumen Sekunder (Karnivora kecil) → Konsumen Tersier → Pengurai.
  2. Jaring-Jaring Makanan: Kumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling tumpang tindih dan berhubungan dalam suatu ekosistem.
  3. Piramida Makanan: Diagram yang menunjukkan perbandingan komposisi massa dan transfer energi antar-tingkat trofik. Produsen selalu menempati dasar piramida dengan jumlah energi dan populasi terbanyak, sedangkan Konsumen Puncak menempati ujung piramida dengan jumlah energi dan populasi tersedikit.
  4. Konsumen Puncak: Organisme yang berada di tingkatan trofik tertinggi yang tidak memiliki predator alami lagi di dalam ekosistem tersebut (contoh: singa, elang, hiu, manusia).

11. Konsep Populasi dan Dinamika Perubahan Organisme

  1. Konsep Populasi: Kumpulan individu dari spesies yang sejenis, yang hidup bersama mendiami suatu tempat (habitat) pada waktu yang sama (contoh: populasi pohon kelapa sawit di perkebunan, populasi ikan mas di kolam).
  2. Peran Organisme dalam Ekosistem:
    • Produsen: Organisme autotrof yang mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis (tumbuhan hijau, alga).
    • Konsumen: Organisme heterotrof yang tidak bisa membuat makanan sendiri dan bergantung pada organisme lain.
    • Pengurai (Dekomposer): Organisme yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati menjadi unsur hara tanah, didominasi oleh kelompok bakteri dan jamur.
  3. Prediksi Dampak Perubahan Populasi (Efek Domino): Ketidakseimbangan populasi pada satu tingkatan trofik akan merusak kestabilan ekosistem. Jika populasi mangsa melonjak, maka populasi predator akan ikut naik karena makanan melimpah. Jika predator punah, populasi mangsa (herbivora) akan meledak secara tidak terkendali, menyebabkan produsen (tumbuhan) habis dikonsumsi.

E. PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN PEMANASAN GLOBAL

12. Dampak Penebangan Liar (Deforestasi) terhadap Ekosistem

  1. Kerusakan Fisik Tanah: Hilangnya vegetasi menyebabkan tanah menjadi gundul, memicu terjadinya erosi, banjir bandang, dan bencana tanah longsor saat musim hujan.
  2. Kepunahan Keanekaragaman Hayati: Hancurnya hutan mengakibatkan hilangnya habitat alami fauna dan flora, yang berujung pada penurunan populasi spesies secara drastis.
  3. Gangguan Siklus Hidrologi: Berkurangnya jumlah pohon menyebabkan penurunan cadangan air tanah, memicu terjadinya kekeringan ekstrem pada musim kemarau.
  4. Pelepasan Karbon: Pohon berfungsi menyimpan karbon. Saat ditebang atau dibakar, gas karbon tersebut lepas ke atmosfer, mempercepat laju pemanasan global.

13. Dampak Sampah terhadap Lingkungan

  1. Pencemaran Lingkungan: Sampah plastik yang tidak terurai mencemari struktur tanah dan ekosistem air. Pembakaran sampah secara terbuka memicu pencemaran udara.
  2. Bencana Banjir: Penumpukan sampah plastik yang menyumbat saluran air, sungai, dan drainase menjadi pemicu utama banjir di area pemukiman.
  3. Sumber Penyakit: Tumpukan sampah organik menjadi sarang berkembang biaknya vektor penyakit (lalat, tikus, nyamuk) dan melepaskan gas metana (CH₄) yang berbau tajam.

14. Pemanasan Global, Efek Rumah Kaca, dan Kualitas Air

  1. Mekanisme Efek Rumah Kaca: Fenomena terperangkapnya panas matahari di dalam atmosfer bumi akibat akumulasi Gas Rumah Kaca (GRK) seperti Karbon Dioksida (CO₂), Metana (CH₄), dan CFC, sehingga suhu rata-rata atmosfer bumi terus meningkat. Catatan: Efek rumah kaca alami sebenarnya diperlukan untuk menjaga suhu bumi tetap hangat, namun aktivitas manusia memperkuatnya secara berlebihan.
  2. Faktor Penyebab Pemanasan Global: Penggunaan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi) secara masif, aktivitas deforestasi hutan, gas buang dari industri/AC, serta emisi dari sektor peternakan.
  3. Dampak Nyata Pemanasan Global: Mencairnya lapisan es di kutub bumi, kenaikan permukaan air laut global, terjadinya perubahan iklim dan pola cuaca yang ekstrem, serta memicu badai dan kekeringan yang berkepanjangan.
  4. Indikator Kualitas Air: Untuk mengukur tingkat pencemaran air, parameter yang digunakan meliputi: Suhu air, derajat keasaman (pH), kadar oksigen terlarut (DO - Dissolved Oxygen), tingkat kekeruhan air, kandungan senyawa logam berat, serta keberadaan kontaminasi bakteri patogen seperti Escherichia coli.

F. ASTRONOMI DAN TATA SURYA

15. Karakteristik Planet di Tata Surya

  1. Pengelompokan Planet: Berdasarkan pembatas sabuk asteroid, planet dibagi menjadi dua kategori utama:
    • Planet Dalam (Terestrial): Berukuran relatif kecil, memiliki permukaan padat berbatu, berjarak dekat dengan matahari. Anggotanya: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
    • Planet Luar (Jovian): Berukuran sangat besar, penyusun utamanya berupa gas dan es raksasa, memiliki cincin, berjarak jauh dari matahari. Anggotanya: Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
  2. Ciri Khas Masing-Masing Planet:
    • Merkurius: Planet terkecil dan terdekat dengan Matahari, permukaan penuh kawah, tidak punya atmosfer, suhu ekstrem.
    • Venus: Planet terpanas karena efek rumah kaca masif (atmosfer CO₂ tebal), rotasi berlawanan arah dengan planet lain, dikenal sebagai "bintang fajar".
    • Bumi: Satu-satunya planet dengan air cair dan kehidupan, atmosfer kaya O₂, memiliki satu satelit alami (Bulan).
    • Mars: Dijuluki "Planet Merah" karena kandungan oksida besi, memiliki gunung tertinggi (Olympus Mons), berpotensi dihuni mikroba masa lalu.
    • Jupiter: Planet terbesar, memiliki Bintik Merah Raksasa (badai abadi), setidaknya 79 satelit, sebagian besar gas hidrogen dan helium.
    • Saturnus: Terkenal dengan cincin es dan debu yang spektakuler, memiliki 82 satelit, densitas rendah (bisa mengapung di air).
    • Uranus: Planet es raksasa dengan sumbu rotasi hampir 90° (seolah menggelinding), atmosfer metana memberi warna biru kehijauan.
    • Neptunus: Planet terjauh, angin terkencang di tata surya (hingga 2.100 km/jam), biru tua karena metana.

16. Karakteristik Komet

  1. Asal-Usul: Komet berasal dari wilayah terluar tata surya kita, yaitu wilayah Awan Oort atau daerah Sabuk Kuiper.
  2. Struktur Komposisi: Komet merupakan benda langit yang tersusun atas material bola es, gas beku, amonia, metana, dan debu batuan yang bercampur menjadi satu (bukan berasal dari pecahan atau tabrakan antarplanet).
  3. Karakteristik Orbit: Memiliki jalur orbit mengelilingi matahari yang berbentuk sangat lonjong (eksentrisitas tinggi). Ketika bergerak mendekati matahari, esnya menguap membentuk ekor gas berkilau yang posisinya selalu menjauhi arah matahari karena dorongan angin surya.

17. Dampak Akibat Revolusi Bumi

  1. Definisi: Gerakan Bumi mengelilingi Matahari pada poros orbitnya, memerlukan waktu tempuh selama sekitar 365,25 hari (1 tahun).
  2. Dampak yang Ditimbulkan:
    • Terjadinya pergantian musim di wilayah belahan bumi bagian utara dan belahan bumi bagian selatan.
    • Terjadinya perbedaan durasi waktu lamanya siang dan malam di tempat-tempat tertentu.
    • Terjadinya perubahan penampakan formasi rasi bintang di langit dari bulan ke bulan.
    • Adanya gerak semu tahunan matahari.

G. METAMORFOSIS PADA HEWAN

18. Metamorfosis Katak (Amfibi)

  1. Tahapan: Telur → Berudu (insang, hidup di air) → Berudu dengan kaki belakang → Katak muda (paru-paru, mulai ke darat) → Katak dewasa (paru-paru dan kulit).
  2. Katak mengalami metamorfosis sempurna karena bentuk larva (berudu) sangat berbeda dengan dewasa.

H. BENCANA ALAM TERKAIT IPA

19. Jenis Bencana dan Penjelasan Singkat

  • Gempa Bumi: Getaran permukaan bumi akibat pelepasan energi dari pergerakan lempeng tektonik atau aktivitas vulkanik.
  • Tsunami: Gelombang laut besar yang dipicu oleh gempa bawah laut, letusan gunung, atau longsor bawah laut.
  • Gunung Meletus: Keluarnya material magma, abu, dan gas dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi.
  • Tanah Longsor: Pergerakan massa tanah atau batuan menuruni lereng akibat curah hujan tinggi, deforestasi, atau gempa.
📝 SOAL UJIAN IPA KELAS 7

A. Pilihan Ganda Biasa (1-7)

1. Berikut ini yang bukan ciri makhluk hidup adalah ...
A. Bernapas
B. Bergerak aktif
C. Membutuhkan oksigen
D. Dapat berbicara
2. Organ ekskresi manusia yang berfungsi menyaring darah dan menghasilkan urine adalah ...
A. Paru-paru
B. Ginjal
C. Kulit
D. Hati
3. Kunci determinasi hewan:
(1) bertulang belakang
(2) tubuh berbulu
(3) tidak berbulu. Hewan masuk kelompok Mamalia jika ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 1, 2 dan 3
4. Air, tanah, dan sinar matahari dalam ekosistem termasuk komponen ...
A. Biotik
B. Abiotik
C. Populasi
D. Komunitas
5. Salah satu dampak negatif penebangan hutan secara liar adalah ...
A. Meningkatnya kualitas udara
B. Berkurangnya habitat satwa
C. Bertambahnya sumber air
D. Menurunnya suhu bumi
6. Penulisan nama ilmiah padi yang benar adalah ...
A. oryza sativa
B. Oryza Sativa
C. Oryza sativa
D. Oryza_sativa
7. Tumbuhan talus (Thallophyta) tidak memiliki ...
A. Klorofil
B. Akar, batang, daun sejati
C. Inti sel
D. Dinding sel

B. Pilihan Ganda Kompleks (8-19)

Pilih semua pernyataan yang benar!

8. Urutan takson yang benar dari tinggi ke rendah:
A. Kingdom-Filum-Kelas-Ordo-Famili-Genus-Spesies
B. Spesies-Genus-Famili-Ordo-Kelas-Filum-Kingdom
C. Kingdom-Filum-Ordo-Kelas-Famili-Genus-Spesies
D. Kingdom-Divisi-Kelas-Famili-Ordo-Genus-Spesies
9. Contoh simbiosis komensalisme:
A. Anggrek menempel pada pohon
B. Ikan remora dan hiu
C. Kupu-kupu dan bunga
D. Cacing pita di usus manusia
10. Pada piramida energi:
A. Energi terbesar di produsen
B. Energi menurun tiap tingkat trofik
C. Konsumen puncak memiliki energi terbesar
D. Bentuknya selalu menyusut ke atas
11. Populasi adalah ...
A. Kumpulan individu sejenis di suatu tempat
B. Kumpulan komunitas
C. Contoh: segerombolan gajah di savana
D. Seluruh makhluk hidup di bumi
12. Organisme yang umumnya menjadi konsumen puncak adalah ...
A. Elang
B. Ular
C. Belalang
D. Harimau
13. Jika populasi ular sawah menurun drastis, maka ...
A. Populasi tikus meningkat
B. Populasi padi menurun
C. Populasi elang meningkat
D. Keseimbangan ekosistem terganggu
14. Peran produsen dalam ekosistem:
A. Menghasilkan oksigen
B. Membuat makanan sendiri
C. Memakan konsumen lain
D. Dasar rantai makanan
15. Berikut termasuk dekomposer:
A. Jamur
B. Bakteri pembusuk
C. Cacing tanah
D. Belalang
16. Akibat revolusi bumi:
A. Pergantian musim
B. Siang dan malam
C. Gerak semu tahunan matahari
D. Perubahan lamanya siang dan malam
17. Indikator air bersih:
A. Tidak berwarna
B. Tidak berbau
C. Tidak berasa
D. Kekeruhan tinggi
18. Penyebab pemanasan global:
A. Penebangan hutan
B. Emisi gas rumah kaca
C. Hemat listrik
D. Penggunaan kendaraan bermotor
19. Bencana alam yang terkait bidang IPA:
A. Gempa bumi
B. Tsunami
C. Gunung meletus
D. Perang

C. Benar - Salah (20-31)

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!

20. Efek rumah kaca hanya berdampak negatif bagi bumi. (B/S)
21. Komet terbentuk dari es dan debu, dan ekornya selalu menjauhi Matahari. (B/S)
22. Metamorfosis katak tidak melalui fase larva. (B/S)
23. Nama ilmiah ditulis dengan dua kata dan digarisbawahi atau dimiringkan. (B/S)
24. Spesies adalah tingkatan takson tertinggi. (B/S)
25. Penggunaan CFC pada kulkas dapat mengurangi pemanasan global. (B/S)
26. Simbiosis mutualisme terjadi antara tali putri dan inangnya. (B/S)
27. Dalam rantai makanan, produsen selalu menempati trofik pertama. (B/S)
28. Sampah plastik yang menumpuk dapat mengurai dengan cepat di tanah. (B/S)
29. Saturnus adalah planet terbesar di tata surya. (B/S)
30. Intensitas cahaya tidak memengaruhi pertumbuhan tanaman. (B/S)
31. Kingdom Monera berisi organisme prokariotik. (B/S)

D. Esai (32-35)

32. Jelaskan tiga dampak buruk penebangan liar secara masif terhadap kestabilan ekosistem!
33. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri umum Kingdom Protista!
34. Identifikasi dan bedakan komponen biotik dan abiotik dalam sebuah ekosistem sawah! Berikan masing-masing dua contoh.
35. Deskripsikan tiga keunikan dari planet Jupiter dan Saturnus yang membedakan mereka dari planet lain!
🔐 KUNCI JAWABAN & PEMBAHASAN

Getting Info...

Posting Komentar

Harap bijaklah dalam berkomentar, tidak melakukan spam, iklan, link, provokasi, hoax, sara, pornograpi, berkata kasar, ujaran kebencian dan semua hal secara umum yang dilarang.
Pemberitahuan Cookie
Kami mengelola cookie untuk menyimpan pengaturan anda demi meningkatkan kemudahan anda pada situs ini, mohon klik "Accept" sehingga anda tidak perlu mengatur ulang settingan (seperti tema mode gelap/terang, bookmark artikel, terjemahan dll) ketika anda berkunjung kembali setelahnya.
Oops!
Ada yang salah dengan koneksi internet anda. Silahkan cek koneksi untuk kembali terhubung dan melanjutkan.
AdBlock Detected!
Kami mendeteksi anda menggunakan plugin AdBlock.
Harap matikan AdBlock anda untuk melanjutkan, Untuk bantuan silahkan hubungi Telegram @utakandila